Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Serba-Serbi

Pedulikah Kita?

Mengingat kejayaan masa Islam silam sungguh membuat saya ingin dilahirkan pada masa itu. Fitnah belum terjamah dimana-dimana, ummat Islam memiliki aqidah yang kuat, tidak ada sekte-sekte yang berbahaya, dll. Rasulullah sendiri pun pernah mengklasifikasikan masa ummat akan terbagi menjadi lima masa, yaitu masa rasulullah, masa khulafaur rasyidin, masa kerajaan yang masih memegang nilai-nilai keislaman, masa fitnah bertebaran dimana-mana, dan masa kebangkitan umat Islam.             Sekarang, kita hidup ada pada akhir zaman. Fitnah kepada umat Islam terjadi dimana-mana, seperti peristiwa menakutkan yang sedang terjadi di Aleppo. Peristiwa di Aleppo menyita sebagian besar perhatian umat manusia yang masih memiliki hati nurani dan bagi orang-orang yang masih menggunakan akal pikiran sehat mereka. Dimana kaum muslimin di belahan bumi lain yang mengaku Islam ketika kaum Muslimin diwilayah Timur Tengah mengalami berbagai pembantaian m...

Secuil Kata

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia memang tak ada habisnya. kadang memuaskan, tapi kadang juga menyayat hati. Di b log ini, saya akan mengutarakan kekecewaan saya pada pemerintah Indonsia tercinta. Pendidikan memang sangat penting. orang bijak itu "berusaha dan berdoa". oramg sombong itu "berusaha tanpa berdoa". Apa gunanya punya ilmu dunia kalau ilmu akhirat kita nihil. Pendidikan memang sangat penting agar kita idak dibodohi orang lain. Tapi, orang cerdas kadang salah dalam menggunakan kecerdasannya. Misalnya, para pejabat yang korupsi. Masalah korupsi juga tiada habisnya. selalu saja setiap detik ada koruptor baru. Masih banyak sekolah di Indonesia yang "buruk" dari segi fasilitas. Misalnya, tidak beratap. Kalaupun beratap mungkin sudah bolong. Bahkan ada yang pernah ambruk. Masih belum berubin, masih tanah. Jangan harap ada LCD / AC, lantai saja tidak ada di sekolah yang kurang perhatian dari pemerintah. Kurikulum 2013 lebih men...

Penggenggam Asa

Hanya sebuah untaian kata sederhana Penyejuk jiwa yang risau Tak usiknya aral melintang dihadapan Tak tergoyahkan genggamannya Setetes peluh membasahi mata Darah meluncur riang di kulit Paras ayu berubah dingin Demi mencapai sebongkah asa Kini tak tahu kaki harus melangkah kemana Tapi satu yang pasti Allah selalu merengkuh pada hamb aNya Dalam keadaan apapun ini