Langsung ke konten utama

Postingan

Secuil Kata

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia memang tak ada habisnya. kadang memuaskan, tapi kadang juga menyayat hati. Di b log ini, saya akan mengutarakan kekecewaan saya pada pemerintah Indonsia tercinta. Pendidikan memang sangat penting. orang bijak itu "berusaha dan berdoa". oramg sombong itu "berusaha tanpa berdoa". Apa gunanya punya ilmu dunia kalau ilmu akhirat kita nihil. Pendidikan memang sangat penting agar kita idak dibodohi orang lain. Tapi, orang cerdas kadang salah dalam menggunakan kecerdasannya. Misalnya, para pejabat yang korupsi. Masalah korupsi juga tiada habisnya. selalu saja setiap detik ada koruptor baru. Masih banyak sekolah di Indonesia yang "buruk" dari segi fasilitas. Misalnya, tidak beratap. Kalaupun beratap mungkin sudah bolong. Bahkan ada yang pernah ambruk. Masih belum berubin, masih tanah. Jangan harap ada LCD / AC, lantai saja tidak ada di sekolah yang kurang perhatian dari pemerintah. Kurikulum 2013 lebih men...

Mahabhakti Ambalan Ratnaningsih

Mahabhakti kali ini adalah pengalaman pertamaku untuk ikut perkemahan. semenjak SD sampai SMP aku belum pernah ikut kemah. Semua peralatan sudah dipersiapkan berhari-hari sebelum kemah. Panitianya memang perhatian dan baik. mereka mau membawakan barang bawaan kami. bisa dibilang, waktu berangkat serasa nggak kemah. Nggak ada barang yang dibawa sih. Cuma bawa makanan sama alat tulis sedikit doang. Sebelum berangkat, aku dan teman sesanggaku registrasi dulu. semua barang dicek. yang nggak perlu dibawa disuruh ditinggal di sekolah. setelah registrasi, sanggaku menuju tribun. Seharusnya kami harus foto dulu, tapi gegara kami lagi nggak mood dan capek jadi kami diam aja di tribun sambil duduk-duduk aja. Singkat cerita, kami langsung menuju bis. dan.. cuuusssss... berangkat. Diperjalanan kami di bis bercanda-bercandaan sambil ngobrol. Tak terasa akhirnya sampai di tujuan. Perjalanan bakti dimulai dengan pertanyaan untuk pemberangkatan. Sanggaku kebagian agak terakhir, soalnya kam...

Penggenggam Asa

Hanya sebuah untaian kata sederhana Penyejuk jiwa yang risau Tak usiknya aral melintang dihadapan Tak tergoyahkan genggamannya Setetes peluh membasahi mata Darah meluncur riang di kulit Paras ayu berubah dingin Demi mencapai sebongkah asa Kini tak tahu kaki harus melangkah kemana Tapi satu yang pasti Allah selalu merengkuh pada hamb aNya Dalam keadaan apapun ini

Perkenalkan, Inilah Diriku

Assalamu’alaikum. Hai.. Perkenalkan. Namaku Dhika Jati Trajuningtyas, biasa dipanggil Dhika. Aku lahir di Yogyakarta, 12 Agustus 1997. Aku muncul setelah kedua orangtuaku menikah satu tahun. Aku tinggal di Wirosaban UH 6/646 Gg. Wiro Jati. Agak aneh memang nama gangnya mirip dengan namaku. Maklum, bapakku yang memasangnya. Semua gang ada kaitannya dengan penghuninya. Aku ditakdirkan menjadi anak pertama sekaligus anak ke dua, alias anak tunggal. Dulu saat kelas 1 SD, hampir saja aku mau punya adik, tapi sayang seribu sayang. Ibuku keguguran gara-gara kecapekan rewang di dua empat yang jauh tempatnya. Pertama rewang di nikahan tetangga. Kedua di nikahan kakak sepupu. Tapi, tak usah disesali. Toh katanya, bayi yang meninggal bisa menolong orangtuanya. Katanya para bayi takkan tega melihat orangtuanya masuk neraka. Wallahu a’lam bishshawab. Aku mempunyai hobi menyanyi dan membaca. Sedikit ku ceritakan bagaimana aku bisa hobi membaca. Eng ing eng... Awalnya, saat masih SD aku suka memba...